Monday, July 23, 2018

Emak Jaman Now : Berinvestasi Cerdas dengan Reksadana

Menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pada 4 tahun terakhir ini pertumbuhan jumlah investor perempuan meningkat dengan pesat.
Jika sebelumnya persentase investor laki-laki dan perempuan di pasar modal adalah 70% berbanding 30%, kini jumlah investor perempuan telah mencapai 43% dari total investor di bursa.

Banyak pertimbangan yang mendorong wanita untuk mulai belajar berinvestasi. Didukung oleh pesatnya perkembangan akses informasi, membuat kegiatan investasi pun semudah menggerakkan jari jemari di layar gadget tercinta.
Melek investasi merupakan salah satu proses belajar seorang wanita dalam perannya menjadi seorang manajer keluarga yang handal.

Ada beberapa produk investasi yang dapat menjadi pilihan. Salah satunya adalah REKSADANA.
Reksadana ini menjadi salah satu pilihan karena relatif aman, liquid dan memiliki return yang cukup bagus untuk jangka pendek, menengah maupun panjang.


Apa itu Reksadana?
 
Menurut Undang Undang no.8 tahun 1995 tentang Pasar Modal, reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal, untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.


Jenis-Jenis Reksadana

Reksadana (RD) ini dibedakan berdasar instrumen yang diolah di dalamnya. Ada 4 jenis :

1. RD Pasar Uang

Reksadana ini memiliki resiko relatif lebih rendah daripada reksadana lainnya, potensi keuntungannya pun relatif rendah.
Biasanya investor yang melakukan investasi di reksadana ini memiliki jangka waktu investasi kurang dari 1 tahun.
Reksadana ini mengolah instrumen berupa deposito, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), dan
obligasi.


2. RD Pendapatan Tetap (RDPT)
Potensi keuntungannya relatif lebih tinggi daripada reksadana pasar uang.

Biasanya investor melakukan investasi diRDPT ini berinvestasi dalam jangka waktu 1-3 tahun.

Pada RDPT sebagian besar alokasi dananya berupa surat hutang (obligasi).

3. RD Campuran
RD campuran mengalokasikan dananya pada deposito, obligasi, dan saham. Karena terdapat instrumen saham di dalamnya, RD ini lebih berisiko. Namun returnnya relatif lebih tinggi daripada RD Campuran.



4. RD Saham

RD saham menempatkan sebagian besar dananya pada intrumen pasar modal atau saham. Potensi keuntungan RD saham paling besar diantara RD lainnya.
Namun, resikonya juga paling besar.
Biasanya investor memilihnya untuk berinvestasi jangka panjang (lebih dari 5 tahun)



Halal-kah Reksadana?

Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa No.20/DSN-MUI/IV/2001 yang memperbolehkan kaum muslim untuk berinvestasi reksadana, khususnya reksadana syariah


Apa sih perbedaan RD Konvensional dengan RD Syariah?

Dalam RD Syariah, perusahaan-perusahaan yg dibeli sahamnya adalah perusahaan yang tidak bertentangan dengan syariat Islam dan tidak memperjual-belikan produk yang tidak sesuai dengan prinsip seperti :
1) Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang.
2) Usaha lembaga keuangan konvensional (ribawi) termasuk perbankan dan asuransi konvensional.
3) Usaha yang memproduksi, mendistribusi serta memperdagangkan makanan dan minuman yang tergolong haram
4) Usaha yang memproduksi, mendistribusi dan/atau menyediakan barang-barang ataupun jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat
 



Dimana sih beli Reksadananya?

Ibu-ibu bisa membeli RD langsung ke Manajer Investasi yang mengeluarkan dan mengelola RD tersebut.
Bisa juga melalui bank yang memiliki lisensi agen penjualan reksadana.
Atau bisa juga melalui marketplace langganan, karena akhir-akhir ini banyak juga marketplace yang menjual reksadana.


Naaah, bagaimana ibu-ibu?
Sudah tertarik berinvestasi dalam bentuk reksadana?

Monday, May 28, 2018

Anemia Defisiensi Besi pada Anak

Anemia Defisiensi Besi adalah kondisi kekurangan nutrisi zat besi yang mengakibatkan penurunan jumlah sel darah merah. 
Pada tanggal 4 Maret 2018 yang lalu, kami sekeluarga berkesempatan hadir dalam sebuah seminar berjudul "Pengaruh Zat Besi terhadap Tumbuh Kembang Anak" bersama dr. Pulung Silalahi, SpA di Prodia Tower, Jakarta Pusat.

Seminar tersebut membeberkan banyak fakta terkait Anemia Defisiensi Besi (ADB) di Indonesia.
Diantaranya, menurut hasil survey kesehatan tahun 2007, prevalensi ADB pada Balita Indonesia sekitar 40-45%.

Padahal zat besi memiliki peran penting dalam perkembangan otak anak.

Dampak defisiensi zat besi :
- gangguan kecerdasan
- rendahnya kekebalan tubuh
- gangguan tumbuh kembang
- gangguan emosional, konsentrasi dan memori


Resiko terjadinya defisiensi besi, paling banyak pada bayi berusia 6-24 bulan.
Padahal pada masa itu merupakan golden period perkembangan otak.
ADB pada bayi juga erat dgn taraf gizi ibunya saat hamil, apakah dalam masa kehamilan mengalami anemia atau tidak.

Gangguan defisiensi besi pada anak usia kurang dari 2 tahun menyebabkan :
- terganggunya perkembangan koordinasi mental/emosi
- terganggunya perkembangan koordinasi motorik dan keseimbangan tubuh
- mempengaruhi perkembangan intelektual dan sosial di tahun2 mendatang

Pencegahan anemia pada anak :
-suplementasi zat besi pada usia 6-12 bulan
- makanan bervariasi
- menghindari makanan yg menghambat penyerapan zat besi


Setelah mengikuti acara seminar kemaren, kami langsung melakukan pengecekan Anemia Defisiensi Besi, yg memang sudah diniatkan dari awal.
Karena si bocah mengalami beberapa tanda-tanda awal, diantaranya kehilangan nafsu makan, dan berat badan stuck hampir 3 bulan.

Parameter yang dicek adalah :
Hematologi rutin
Untuk melihat parameter Hb, nilai MCV (Mean Corpuscular Volume = Volume Eritrosit Rata Rata) dan MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin = Hemoglobin Eritrosit Rata Rata)

gambaran darah tepi
Membantu diagnosis kelainan sel darah dan memberi informasi gambaran sel darah

retikulosit
Membantu menentukan jenis anemia dan informasi tentang besi yg tersedia utk produksi sel darah merah baru

besi
Untuk mengetahui kadar besi dalam darah

TIBC
untuk mengetahui total besi yg dpt dibawa dalam darah

Ferritin
Untuk mengetahui cadangan besi


Dengan melakukan pengecekan sedini mungkin, ADB ini bisa dideteksi sebelum terlalu parah dan mengakibatkan gejala berbahaya lainnya.

Saturday, May 19, 2018

[Bunda Sayang] Level 11 Day 2


❤ Presentasi Kelompok 2 :
Menumbuhkan Fitrah Seksualitas Sesuai Usia Anak

❤ Presenter :
Meutia Madrid, Sulistyawati Tutik, Tya Navratilova, Sufina Asruni, Yani



❤ Pembahasan :

1. Apa itu fitrah seksualitas



2. Mengapa perlu menumbuhkan fitrah seksualitas



3. Bagaimana jika fitrah seksualitas tidak tumbuh dgn baik



4. Bagaimana caranya? 



5. Usia 0-2 tahun



6. Usia 3-6 tahun



7. Usia 7-10 tahun




8. Usia 11-14 tahun




9. Jika fase tsb terlewat, bagaimana?




❤ Kesimpulan
Fitrah Seksualitas anak sangat penting untuk ditumbuhkan, agar anak dapat mengenali gendernya sejak kecil.

Ini menjadi tugas orang tua untuk membersamai anak dalam proses menumbuhkan Fitrah Seksualitas tersebut.

Selain membersamai, orang tuapun perlu berperan dalam membatasi atau menyaring informasi yang didapat oleh anak, terlebih di era digital seperti sekarang ini.

Idealnya, informasi yang didapat oleh anak, dikomunikasikan kembali kepada orang tua. 

Disinilah pentingnya faktor keterbukaan antara orang tua dan anak, sehingga anak tidak takut ataupun canggung untuk bercerita dan bertanya mengenai apa saja kepada orang tua.


Mengenalkan Fitrah Seksualitas juga sebaiknya disesuaikan dengan perkembangan usia anak, agar anak mudah memahami.

Pengenalannyapun bisa dilakukan dalam kegiatan sehari-hari, dalam kegiatan yang dilakukan berulang.
Semakin diulang, anak akan semakin mudah untuk mengingat dan memahaminya.

Semoga dengan menumbuhkan Fitrah Seksualitas, anak-anak kita dapat tumbuh menjadi anak-anak yang bertingkah laku, berbicara, bertindak dan merasa sesuai dengan gendernya.
Aamiin



#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#LearningByTeaching

#FitrahSeksualitas

Friday, May 18, 2018

[BUNSAY] Level 11, Day 1


❤ Presentasi kelompok 1 :

PENTINGNYA PERANAN KELUARGA DALAM MENGUATKAN FITRAH SEKSUALITAS ANAK. 



❤ Presenter :
Wenti, Qathrun Nada, Wulan Agustina, Lafrania Taufik, Popi Rosepti


❤ Resume Diskusi

1. Apa itu fitrah seksualitas?
- Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai laki-laki sejati atau sebagai perempuan sejati.
Dan untuk menguatkan fitnah seksualitas pada anak, sangat dibutuhkan peranan dan ikatan dengan ayah dan ibunya.
(Harry Santosa) 


Sedangkan menurut lembaga koalisi perempuan, menyebutkan istilah lain yaitu  sosialisasi gender.

Sosialisasi gender adalah suatu proses belajar menjadi perempuan dan menjadi laki-laki dalam pengertian: apa saja peran utama perempuan dan peran utama laki-laki di dalam keluarga dan di dalam komunitas;
bagaimana perempuan dan laki-laki harus berperilaku.


2. Apa pentingnya membangkitkan fitrah seksualitas?

Sangat penting.
karena jika fitrah ini tidak dikuatkan sejak kecil, maka dikhawatirkan kedepannya bisa terjadi penyimpangan yang membuat anak mengalami gangguan dalam memahami identitas dirinya, terjadi penyimpangan orientasi seksual, dan masalah terhadap lingkungan sosialnya.


3. Tantangan yang dihadapi terkait gender

✔ Pemahaman orang tua tentang fitrah seksualitas yang masih rendah.
Dan kurang terbentuknya bonding dengan anak.


Hal ini bisa menyebabkan peran gender yang harusnya di edukasi sejak dini tidak tersampaikan sehingga membuat missing link pada anak tentang pemahaman dirinya terkait gendernya sendiri.

Padahal memahamkan dan memberikan contoh terkait peran gender ini harusnya menjadi tanggung jawab  para orang tua. 

Selain itu para orang tua masih belum terbuka dan malu-malu dalam menyampaikan informasi terkait pendidikan seks pada anak padahal pendidikan seksualitas bukan hanya bicara tentang seks semata tapi juga menyangkut hal lain yg lebih luas misalnya tentang peran gender dan anggota tubuh yg perlu dilindungi dari kejahatan seksual. 

✔ Teknologi yang terus berkembang 
Terutama dalam hal arus informasi yg sangat cepat dan banyak.

Jika orang tua tidak memberikan bimbingan dan tidak membersamai anak dalam menyaring informasi maka bisa jadi anak menemukan informasi yang salah terkait peran gender.

Apalagi sekarang banyak pemikiran sekuler yang keluar jalur dan membuat fitrah seksualitas menjadi abu2. 

✔ Kurangnya edukasi tentang penguatan peran gender di lingkungan anak
Bukan saja orang tua yang bertanggung jawab tapi juga lingkungan sekolah, tetangga, lingkungan bermain harusnya bisa bersinergi untuk menguatkan peran seksualitas anak. 



4. Solusinya
Orang tua sebagai sosok terdekat dengan anak harus bisa membangun bonding dg anak jika bonding sudah terbangun maka akan lebih mudah mengajarkan anak untuk belajar tentang peran gendernya.

Misalnya tentang bagaimana bersikap layaknya laki2 dan perempuan.

Ayah bisa mengajak anak laki2nya sholat jumat atau sholat berjamaah di masjid.
Ibu pun mulai mengajarkan anak perempuannya pelan pelan menggunakan jilbab, aurat, cara bersikap  dsb.


Sejak anak masih kecil, orang tua harus bisa membangun bonding antara orang tua dan anak.

Ayah dan ibu harus sama-sama berperan.
Ketika kecil, biasanya anak-anak  lebih dekat dg ibu.

Nah, alangkah baiknya keterlibatan ayah juga jangan dilupakan.
Terutama anak laki-laki harus punya kedekatan dengan ayah karena anak belajar peran jenis kelamin dari ayah mereka.
Dengan dekat pada ayahnya, anak laki-laki belajar tentang peran gender laki-laki.
Dari ayah, anak bisa  belajar aspek maskulinitas seperti kemampuan berpikir logis, berani, menghadapi tantangan dll.


Anak laki-laki pun juga harus dekat dengan ibu terutama ketika anak sudah memasuki usia 10-14 th.
Dari ibu anak laki-laki bisa belajar tentang kemampuan  belajar empati, bersikap penyayang, dll.
Kemampuan ini sangat diperlukan oleh anak laki-laki ketika ia kelak menjalankan peran dirinya sebagai seorang suami dan seorang ayah. 

Seorang ayah juga harus dekat dengan anak perempuan, karena seperti banyak quote berkata..
Ayah adalah cinta pertama bagi anak perempuannya.

Terkadang sosok ayah menjadi acuan bagi anak perempuan dalam memiliki pasangan hidupnya.

Dan kalau anak perempuan mendapatkan perhatian yang cukup dari ayahnya..
Maka kemungkinan dia tidak akan mudah melakukan perbuatan menyimpang dan mencari-cari perhatian dari laki-laki lain yang kadang bisa berdampak negatif bagi dirinya sendiri.


Jadi, itulah sebabnya kenapa memperkuat bonding antara ortu dan anak itu sangat penting.

Kedekatan anak dengan orang tua akan menjadi pijakan awal bagi anak dalam mengenali dirinya sendiri dan dalam membangun hubungan dan komunikasi yang baik dg ortu mereka hingga mereka dewasa. 

Selain itu orang tua bisa berperan aktif dalam memberikan informasi di media sosial tentang pentingnya membangkitkan fitrah seksualitas pada anak sehingga informasi positif makin tersebar dan makin banyak orang tua yang sadar tentang urgensi menguatkan peran gender pada anak-anak. 

Orang tua juga bisa bekerja sama dengan pihak sekolah untuk mau memberikan pengawasan  dan  penyuluhan  terkait peran gender pada anak didiknya.



5. Media edukasi.
Media edukasi yang bisa dipakai orang bisa berupa cerita dari buku bergambar,  nyanyian, dan video edukasi karena anak-anak cenderung tertarik pada sesuatu yang bersifat visual. 


#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#LearningByTeaching
#FitrahSeksualitas

Saturday, December 30, 2017

[BunSay Leader] Melatih Kemandirian Anak, Melatih Kesabaran Orang Tua

Karena suatu saat kita akan meninggalkannya,
Atau mereka yang akan meninggalkan kita..
Maka ajarkan mereka tentang kemandirian..


Rasulullah SAW pernah mengingatkan sahabat2nya dalam suatu majelis :
"Hormatilah anak- anakmu dan didiklah mereka.
Allah memberi rahmat kepada mereka yg membantu anaknya sehingga mereka dapat berbakti kepadanya"

Kemudian ada salah satu sahabat yang bertanya..
"Bagaimana cara membantu anakku hingga ia dapat berbakti kepadaku?"

Rasulullah SAW menjawab,
"Menerima usahanya walaupun KECIL,
memaafkan keKELIRUANnya,
Tidak membebaninya dgn BEBAN yg berat,
Dan tidak MEMAKInya dgn makian yg melukai hatinya"

(HR Abu Daud)

***

Dalam pembelajaran kelas bunda sayang yang difokuskan pada pelatihan kemandirian anak, sejatinya mulai rutin kami terapkan dalam kehidupan sehari hari..

Menerima usahanya..
Memaafkan kekeliruannya..
Tidak membebani terlalu berat..
Tidak memaki yang melukai hati..

Hal hal tersebut yg berusaha saya dan suami latih juga dalam mendampingi proses latihan kemandiriannya.

Dalam mempelajari dan mempraktekkan pelatihan kemandirian pada anak,

kami  menemukan poin penting, yaitu :
Kita menuntut anak belajar mandiri,
Akan percuma saat kita tidak mengimbanginya dgn pelajaran SABAR..

 
Berusaha tersenyum dan mengapresiasinya saat dia sudah berusaha menghabiskan sendiri sarapan paginya..
Menahan diri untuk memaafkan atas semua nasi, sayur, lauk yg berceceran karen usaha kemandiriannya..

Berusaha tidak bernada tinggi saat si anak berusaha menyiapkan pakaian sendiri setelah mandi yang resikonya membuat lemari baju berantakan..

Sehingga ketika usaha kemandirian anak anak, bersinergi dgn usaha sabar org tua, diharapkan hasil yang didapatkan sesuai dengan target dan tujuan yg telah dirancang bersama..

Pelatihan kemandirian tidak akan pernah berhenti hanya dalam kelas Bunda Sayang, karena pembelajaran kemandirian akan berlangsung seiring tumbuh kembang usia anak..

Konsistensi
Motivasi
Teladan

3 hal yg menjadi kunci pelatihan kemandirian anak..
Semoga bisa terus kami pelajari bersama..



Malang, 30 Desember 2017.
Ditulis menjelang deadline, di saat mudik ke kampung halaman tercinta.

Dipersembahkan untuk buah hati tersayang, sebagai jurnal bahwa kita akan selalu belajar bersama..
Berproses untuk menjadi lebih baik..

Wednesday, November 22, 2017

Day 7 Level 1 : Marah yang Bijak

"Untuk berubah seperti yg diinginkan org tua, anak butuh waktu untuk berproses.
Zaman yg instan bukan berarti kita juga inginnya anak berubah secara instan..
Pandai segalanya dalam sekejap"
- Bunda Wening. Dalam buku Marah yang Bijak -

****

Dan tantangan hadir kembali kemaren sore..
Pulang kantor, kesorean..

Nyeri tamu bulanan mendera perut tiada henti..
Sampe rumah ternyata bocooor kemana2...
Langsung ngacir ke kamar mandi.

Eh bocahnya ngamuk2
"NENEEEN NDAAA... NEENEEEEN!!!"

Sambil gedor2 tendang2 pintu kamar mandi...
Iya. Naufal yg usianya 2 tahun 1 bulan belum bisa lepas sepenuhnya dari ASI..

Kalo lagi baik sih bilangnya..
"Ndak mau nen, uda buecaaaal"
Tapi kalo lagi kumaat.. ya begitulaah

Dan kemaren udah berusaha bernegosiasi menyuruhnya main sama buku, gagal..
Main dokter2an sama boneka, gagal...
"Naufal maunya apa???"
"Neneeeen ndaa"
"Bilang yg bagus doong"
"Ndaa, toloong minta nenen kanan doong" ucapnya sambil menyeringai tawa, merasa keinginannya sebentar lagi diturutin..
"Okee.. kita minum air putih dulu yaa, ambil gelas yuk.
1 bunda, 1 Naufal"

Trus doi lari, ambil gelas..
Kemudian mengambil air minum sendiri dari galon..
Cleguk clegukk..

"Alhamdulillah" ujarnya..
"Naufal jadi nenen?"
"Ndak, main ajaa"
Oh ternyata dia hanya haus...
"Naufaal, itu naufal haus.. besok ambil gelas, ambil air putih sendiri bisa yaaa"
"Bicaaa ndaa" ucapnya sambil lalu, mulai bongkar mainannya..

Dan Alhamdulillah doi mau juga ditinggal,
walopun setelah keluar kamar mandi,
begini keadaannya 😂
*elus dada lagi*




****

Oiya, dari buku Marah yang Bijak, ada beberapa cara utk mengendalikan marah,
antara lain :

relaksasi pernafasan

breaking state atau pemutusan pola..
 "Apabila engkau marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah.
Jika masih marah, berbaringlah.
Jika masih marah juga, berwudhulah"
(HR Abu Dawud)

papan refleksi diri
Tempelkan sterofoam warna pada dinding kamar.
tiap marah, tancapkan paku pada sterofoam.
biarkan selama 7 hari..
Cabut di hari ke 7.
Tampak bekasnya?
Bekas2 tersebut merupakan gambaran hal2 tidak menyenangkan bagi anak, yg membekas pada pikiran dan jiwa mereka setelah kita marah...
*note to myself* 😢
Semoga bermanfaat..

************
Game Kelas Bunda Sayang :
TANTANGAN 10 HARI BERKOMUNIKASI PRODUKTIF
1 - 17 Juni 2017.

#level1
#day7
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Day 6 Level 1 : KISS (Keep Information Short and Simple)

Kemaren kami iseng ngajakin naufal pasang wall sticker tinggi badan..
Awalnya sih pengen pasang pas naufal tidur, biar surprise gtu..


Tapi kata bapaknya "ga usah lah, biar dia tau prosesnya"...


Dan ternyataaa.... eing ing eeeng...

Masang wall sticker begitu aja mesti berpeluh2 heboh krn "dibantuin" naufal...

Dari yg mulai eyel2an "Opal ajaaa yg tempeeel"
Trus injek2 paha bapaknya biar doi bisa lebih tinggi...


Sampai ambil gunting, trus nyodor2in gunting ke emaknya "hayoo hayooo" katanya...

Udah hampir keluar kalimat tinggi 5 oktaf
"Opaaaal jangan mainan gunting, kalo kena gimanaa..."


Tapi untung masih bs nahan...





Langsung duduk, berhadap2an sama Naufal, sambil ngeliatin dia..
"Opaaal bantu bunda doong, Opal bisa ga yaaaa..."
"Bicaaa bun bicaaa"
"Toloong guntingnya dimasukin laci yaa, opal bisa ga yaa?"
"Bicaaa" *sambil lari ke laci tempat gunting, masukin*
"Waah terima kasih yaaa. pinter, Naufal bisa masukin gunting ke laci sendiri"

Alhamdulillah, emaknya legaaa...

Tipsnya :

Bilang baik2 sama anak. Jangan bentak2 
Duduk, sejajarkan tinggi badan.. Face to face, eye to eye.. senyum. 
KISS (Keep information short and simple) 
Tolong - terimakasih is a keyword. Mereka senang merasa dibutuhkan.. 
Puji anak dgn alasan yg jelas, bukan sekedar "waah, hebat"..



************

Game Kelas Bunda Sayang :
TANTANGAN 10 HARI BERKOMUNIKASI PRODUKTIF
1 - 17 Juni 2017.


#level1 #day6 #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

Day 5 Level 1 : Allah itu Dimana, nda?


sudah kebiasaan kami bila sholat selalu mengajak naufal turut serta dan kemudian mengajaknya berdoa untuk kedua org tua, beserta artinya selepas sholat...

Baru awal membaca artinya dalam bahasa indonesia..
"Ya Allah... ampunilaaah"
"Mmmmm Allah dimana, nda?" Tanyanya...


Dan cleguk. Emaknya telen ludah...

Gimana menerapkan KISS (Keep information short and simple),

tetapi tdk menyalahi aqidah dan bisa membuat bocah usia 2 tahun ini cukup mengerti...

Tergoda bngt bilang "tanya ayah aja sana"
Tapi engga dong.. gengsi lah bundanya 😂

Tarik nafaaas - hembuskan...

Hirup oksigen banyak2 😂


"Allah ada deket sama Naufal yaa, apalagi kalo naufal sholeh, rajin sholat, ngaji, pinter dan ga nakal yaaa..."
Trus dijawab "oooh" doang sama si bocah.

Entah oh krn ngerti, atau oh karena bingung...


Duh emaknya langsung berasa fakir ilmu...

Setelah beres sholat, laporan ke ayah..
Trus googling dan crosscheck...


Alhamdulillah ada dasarnya :
“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku qoriib (dekat). Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu”
(QS. Al Baqarah: 186)

Harusnya jawaban yg tepat dan Insya Allah mudah dimengerti anak adalah :
"Allah ada di atas arsy, yaitu di atas langit"

“Allah Yang Maha Pemurah bersemayam di atas Arsy"
 (QS. Thaha: 5)



Naah..
Jadi memang jadi ibu memang long life learning yaa..


Biar ketika suatu saat ditodong pertanyaan2 anak yg ajaib,
Kita tdk salah dlm memberi jawaban,
jg agar kita dpt menyampaikan informasi dgn mudah dimengerti buah hati kita...

Jangan sampe jawab "udah ga usah tanya2" atau "tanya ayah giii.." 

************

Game Kelas Bunda Sayang :
TANTANGAN 10 HARI BERKOMUNIKASI PRODUKTIF
1 - 17 Juni 2017.


#level1 #day5 #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

Day 4 Level 1 : Emosi Tinggi – Nalar Pendek

Siang hari kemaren, ayah bunda kerja bakti packing buku2 pesanan customer...

Naufal, of course pengen ikutan dooong...

Ngerebut cutter, isolasi...

Bukan masalah takut berantakannya...
Tapi ngeri Naufal kena cutter 😢


Inhale - exhale..
Katup mulut erat2..
Tahan emosi
Takut teriak2 kebablasan 😂


Inget :
bila emosi tinggi – nalar pendek
bila emosi kecil – nalar panjang


Akhirnya keluar juga "naufal, yuk bungkus buku2 Naufal yuk.."

"Naufal bisa bungkus sendiri ga?"


"Isolasinya ayah yg potongin yaaa.... biar ga kena tajemnya"..


Alhamdulillah bocahnya seneng...

Jangan larang, jelaskan kpd mereka apa bahayanya.
Insya Allah anak paham kok dikit2..


Kemudian libatkan..
Ajak mereka ikut beraktivitas yg sama dgn kita...
Mereka akan merasa dihargai..


************

Game Kelas Bunda Sayang :
TANTANGAN 10 HARI BERKOMUNIKASI PRODUKTIF
1 - 17 Juni 2017.


#level1 #day4 #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

Day 3 Level 1 : Fokus pada Solusi, Bukan Permasalahan

Kejadian ini setting waktunya kemaren sore..
Tepat setelah kami baru masuk rumah..


Si naufal yg pulang dr daycare bareng saya pulang kantor,
Meminta untuk memberi makan ikan2 kecil di aquariumnya...


"Kaci makan ikan nda, ayoo kaci makaan"..
Saat itu saya masuk kamar dgn menjanjikan bahwa bundanya mau ganti baju dulu, sholat ashar, baru ngurusin ikan..

Namun sepertinya Naufal kurang sabar..
Tiba2 dia lari ke kamar sambil heboh...
"Ndaaa, tumpaaah"..


Saya tengok ke ruang tamu...
Makanan ikan sudah berhamburan kemana2..
Badan letih, ganti baju pun blm rampung, udah muncul 1 tantangan...


Buat emak bawel macam saya..
Menahan emosi ituuu susaaah..


Jatohnya pasti akan ngomel panjang lebar yg ber-ending jauh sekali dari metode KISS

(keep it short n simple, or keep it short, stupid? 😝)..

Akhirnya berusaha tarik nafas panjang, masukkan banyak2 oksigen ke otak..
biar bisa mikir solusi 😂

Trus kepikiran ambil foto, biar teredam dulu emosinya..



Naufal udah berusaha ambil tisu..
Ngelap pake tisu yg akhirnya...

MAKIN BERANTAKAN 😂

Berusaha menutup rapat mulut dr mengucap kalimat tdk produktif dgn gaya bahasa menyalahkan..
"tuuh kan kamu siih jd berantakan, kotor, makanan ikannya habis kan"..


FOKUS PADA SOLUSI. BUKAN PERMASALAHAN..

"Deeek, ambil sapu yaaa.. kita sapu biar bersih.."

Naufal dan emaknya kemudian berebut sapu.
Emaknya ngalah. Naufal nyapu..
tapi makin berantakan kemana2 😂


Katup rapat mulut. Puter otak...
"Naufal ambil cikrak deh yaaa.. bunda yg nyapu.."

Si naufal akhirnya sibuk mencari yg namanya cikrak 😂
Bunda bisa menyapu dgn tenang...
Cikrak datang, kotoran sudah terkumpul..

Dan naufal ngeyel minta nyapu lagi..

Kakinya tak sengaja menginjak2 kotoran itu dan membuatnya risih..

"Faal, besok kasih makan ikannya tunggu nda yaa,
Biar ga tumpah.. kalo tumpah nanti kakinya kotor, ga enak yaaa"

Dan dia nyaut.. "maap bundaaa.."
Diih ngerasa bersalah juga doi ternyata 😂



************

Game Kelas Bunda Sayang :
TANTANGAN 10 HARI BERKOMUNIKASI PRODUKTIF
1 - 17 Juni 2017.


#level1 #day3 #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip