Wednesday, November 22, 2017

Day 7 Level 1 : Marah yang Bijak

"Untuk berubah seperti yg diinginkan org tua, anak butuh waktu untuk berproses.
Zaman yg instan bukan berarti kita juga inginnya anak berubah secara instan..
Pandai segalanya dalam sekejap"
- Bunda Wening. Dalam buku Marah yang Bijak -

****

Dan tantangan hadir kembali kemaren sore..
Pulang kantor, kesorean..

Nyeri tamu bulanan mendera perut tiada henti..
Sampe rumah ternyata bocooor kemana2...
Langsung ngacir ke kamar mandi.

Eh bocahnya ngamuk2
"NENEEEN NDAAA... NEENEEEEN!!!"

Sambil gedor2 tendang2 pintu kamar mandi...
Iya. Naufal yg usianya 2 tahun 1 bulan belum bisa lepas sepenuhnya dari ASI..

Kalo lagi baik sih bilangnya..
"Ndak mau nen, uda buecaaaal"
Tapi kalo lagi kumaat.. ya begitulaah

Dan kemaren udah berusaha bernegosiasi menyuruhnya main sama buku, gagal..
Main dokter2an sama boneka, gagal...
"Naufal maunya apa???"
"Neneeeen ndaa"
"Bilang yg bagus doong"
"Ndaa, toloong minta nenen kanan doong" ucapnya sambil menyeringai tawa, merasa keinginannya sebentar lagi diturutin..
"Okee.. kita minum air putih dulu yaa, ambil gelas yuk.
1 bunda, 1 Naufal"

Trus doi lari, ambil gelas..
Kemudian mengambil air minum sendiri dari galon..
Cleguk clegukk..

"Alhamdulillah" ujarnya..
"Naufal jadi nenen?"
"Ndak, main ajaa"
Oh ternyata dia hanya haus...
"Naufaal, itu naufal haus.. besok ambil gelas, ambil air putih sendiri bisa yaaa"
"Bicaaa ndaa" ucapnya sambil lalu, mulai bongkar mainannya..

Dan Alhamdulillah doi mau juga ditinggal,
walopun setelah keluar kamar mandi,
begini keadaannya 😂
*elus dada lagi*




****

Oiya, dari buku Marah yang Bijak, ada beberapa cara utk mengendalikan marah,
antara lain :

relaksasi pernafasan

breaking state atau pemutusan pola..
 "Apabila engkau marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah.
Jika masih marah, berbaringlah.
Jika masih marah juga, berwudhulah"
(HR Abu Dawud)

papan refleksi diri
Tempelkan sterofoam warna pada dinding kamar.
tiap marah, tancapkan paku pada sterofoam.
biarkan selama 7 hari..
Cabut di hari ke 7.
Tampak bekasnya?
Bekas2 tersebut merupakan gambaran hal2 tidak menyenangkan bagi anak, yg membekas pada pikiran dan jiwa mereka setelah kita marah...
*note to myself* 😢
Semoga bermanfaat..

************
Game Kelas Bunda Sayang :
TANTANGAN 10 HARI BERKOMUNIKASI PRODUKTIF
1 - 17 Juni 2017.

#level1
#day7
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Day 6 Level 1 : KISS (Keep Information Short and Simple)

Kemaren kami iseng ngajakin naufal pasang wall sticker tinggi badan..
Awalnya sih pengen pasang pas naufal tidur, biar surprise gtu..


Tapi kata bapaknya "ga usah lah, biar dia tau prosesnya"...


Dan ternyataaa.... eing ing eeeng...

Masang wall sticker begitu aja mesti berpeluh2 heboh krn "dibantuin" naufal...

Dari yg mulai eyel2an "Opal ajaaa yg tempeeel"
Trus injek2 paha bapaknya biar doi bisa lebih tinggi...


Sampai ambil gunting, trus nyodor2in gunting ke emaknya "hayoo hayooo" katanya...

Udah hampir keluar kalimat tinggi 5 oktaf
"Opaaaal jangan mainan gunting, kalo kena gimanaa..."


Tapi untung masih bs nahan...





Langsung duduk, berhadap2an sama Naufal, sambil ngeliatin dia..
"Opaaal bantu bunda doong, Opal bisa ga yaaaa..."
"Bicaaa bun bicaaa"
"Toloong guntingnya dimasukin laci yaa, opal bisa ga yaa?"
"Bicaaa" *sambil lari ke laci tempat gunting, masukin*
"Waah terima kasih yaaa. pinter, Naufal bisa masukin gunting ke laci sendiri"

Alhamdulillah, emaknya legaaa...

Tipsnya :

Bilang baik2 sama anak. Jangan bentak2 
Duduk, sejajarkan tinggi badan.. Face to face, eye to eye.. senyum. 
KISS (Keep information short and simple) 
Tolong - terimakasih is a keyword. Mereka senang merasa dibutuhkan.. 
Puji anak dgn alasan yg jelas, bukan sekedar "waah, hebat"..



************

Game Kelas Bunda Sayang :
TANTANGAN 10 HARI BERKOMUNIKASI PRODUKTIF
1 - 17 Juni 2017.


#level1 #day6 #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

Day 5 Level 1 : Allah itu Dimana, nda?


sudah kebiasaan kami bila sholat selalu mengajak naufal turut serta dan kemudian mengajaknya berdoa untuk kedua org tua, beserta artinya selepas sholat...

Baru awal membaca artinya dalam bahasa indonesia..
"Ya Allah... ampunilaaah"
"Mmmmm Allah dimana, nda?" Tanyanya...


Dan cleguk. Emaknya telen ludah...

Gimana menerapkan KISS (Keep information short and simple),

tetapi tdk menyalahi aqidah dan bisa membuat bocah usia 2 tahun ini cukup mengerti...

Tergoda bngt bilang "tanya ayah aja sana"
Tapi engga dong.. gengsi lah bundanya 😂

Tarik nafaaas - hembuskan...

Hirup oksigen banyak2 😂


"Allah ada deket sama Naufal yaa, apalagi kalo naufal sholeh, rajin sholat, ngaji, pinter dan ga nakal yaaa..."
Trus dijawab "oooh" doang sama si bocah.

Entah oh krn ngerti, atau oh karena bingung...


Duh emaknya langsung berasa fakir ilmu...

Setelah beres sholat, laporan ke ayah..
Trus googling dan crosscheck...


Alhamdulillah ada dasarnya :
“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku qoriib (dekat). Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu”
(QS. Al Baqarah: 186)

Harusnya jawaban yg tepat dan Insya Allah mudah dimengerti anak adalah :
"Allah ada di atas arsy, yaitu di atas langit"

“Allah Yang Maha Pemurah bersemayam di atas Arsy"
 (QS. Thaha: 5)



Naah..
Jadi memang jadi ibu memang long life learning yaa..


Biar ketika suatu saat ditodong pertanyaan2 anak yg ajaib,
Kita tdk salah dlm memberi jawaban,
jg agar kita dpt menyampaikan informasi dgn mudah dimengerti buah hati kita...

Jangan sampe jawab "udah ga usah tanya2" atau "tanya ayah giii.." 

************

Game Kelas Bunda Sayang :
TANTANGAN 10 HARI BERKOMUNIKASI PRODUKTIF
1 - 17 Juni 2017.


#level1 #day5 #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

Day 4 Level 1 : Emosi Tinggi – Nalar Pendek

Siang hari kemaren, ayah bunda kerja bakti packing buku2 pesanan customer...

Naufal, of course pengen ikutan dooong...

Ngerebut cutter, isolasi...

Bukan masalah takut berantakannya...
Tapi ngeri Naufal kena cutter 😢


Inhale - exhale..
Katup mulut erat2..
Tahan emosi
Takut teriak2 kebablasan 😂


Inget :
bila emosi tinggi – nalar pendek
bila emosi kecil – nalar panjang


Akhirnya keluar juga "naufal, yuk bungkus buku2 Naufal yuk.."

"Naufal bisa bungkus sendiri ga?"


"Isolasinya ayah yg potongin yaaa.... biar ga kena tajemnya"..


Alhamdulillah bocahnya seneng...

Jangan larang, jelaskan kpd mereka apa bahayanya.
Insya Allah anak paham kok dikit2..


Kemudian libatkan..
Ajak mereka ikut beraktivitas yg sama dgn kita...
Mereka akan merasa dihargai..


************

Game Kelas Bunda Sayang :
TANTANGAN 10 HARI BERKOMUNIKASI PRODUKTIF
1 - 17 Juni 2017.


#level1 #day4 #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

Day 3 Level 1 : Fokus pada Solusi, Bukan Permasalahan

Kejadian ini setting waktunya kemaren sore..
Tepat setelah kami baru masuk rumah..


Si naufal yg pulang dr daycare bareng saya pulang kantor,
Meminta untuk memberi makan ikan2 kecil di aquariumnya...


"Kaci makan ikan nda, ayoo kaci makaan"..
Saat itu saya masuk kamar dgn menjanjikan bahwa bundanya mau ganti baju dulu, sholat ashar, baru ngurusin ikan..

Namun sepertinya Naufal kurang sabar..
Tiba2 dia lari ke kamar sambil heboh...
"Ndaaa, tumpaaah"..


Saya tengok ke ruang tamu...
Makanan ikan sudah berhamburan kemana2..
Badan letih, ganti baju pun blm rampung, udah muncul 1 tantangan...


Buat emak bawel macam saya..
Menahan emosi ituuu susaaah..


Jatohnya pasti akan ngomel panjang lebar yg ber-ending jauh sekali dari metode KISS

(keep it short n simple, or keep it short, stupid? 😝)..

Akhirnya berusaha tarik nafas panjang, masukkan banyak2 oksigen ke otak..
biar bisa mikir solusi 😂

Trus kepikiran ambil foto, biar teredam dulu emosinya..



Naufal udah berusaha ambil tisu..
Ngelap pake tisu yg akhirnya...

MAKIN BERANTAKAN 😂

Berusaha menutup rapat mulut dr mengucap kalimat tdk produktif dgn gaya bahasa menyalahkan..
"tuuh kan kamu siih jd berantakan, kotor, makanan ikannya habis kan"..


FOKUS PADA SOLUSI. BUKAN PERMASALAHAN..

"Deeek, ambil sapu yaaa.. kita sapu biar bersih.."

Naufal dan emaknya kemudian berebut sapu.
Emaknya ngalah. Naufal nyapu..
tapi makin berantakan kemana2 😂


Katup rapat mulut. Puter otak...
"Naufal ambil cikrak deh yaaa.. bunda yg nyapu.."

Si naufal akhirnya sibuk mencari yg namanya cikrak 😂
Bunda bisa menyapu dgn tenang...
Cikrak datang, kotoran sudah terkumpul..

Dan naufal ngeyel minta nyapu lagi..

Kakinya tak sengaja menginjak2 kotoran itu dan membuatnya risih..

"Faal, besok kasih makan ikannya tunggu nda yaa,
Biar ga tumpah.. kalo tumpah nanti kakinya kotor, ga enak yaaa"

Dan dia nyaut.. "maap bundaaa.."
Diih ngerasa bersalah juga doi ternyata 😂



************

Game Kelas Bunda Sayang :
TANTANGAN 10 HARI BERKOMUNIKASI PRODUKTIF
1 - 17 Juni 2017.


#level1 #day3 #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

Day 2 Level 1 : SELF AWARENESS UNTUK MENGELOLA EMOSI...

Ssiang hari kemaren cukup panas..

Ayah Naufal yg terpaksa menginap di proyek Rabu malam,
baru sampe rumah Kamis siang..


Naufal yg kangen, minta dibacakan buku sama ayah..
5 menit. Kemudian ayahnya dgn sukses molor duluan 😂

Naufal marah2, ngeyel minta baca..
Tapi ayah jg ngeyel mau tidur..

Yg ngliat gemees.. bawaannya emosi...
Bawaannya pengen ngomel..


Untung inget materi kelas bunda sayang kemaren tentang komunikasi produktif....

Kemudian melakukan beberapa langkah berikut :

1. Identifikasi latar belakang
Ayah pulang lembur, capek
Naufal kangen, minta baca buku


2. Aware akan puncak emosi
Saat Naufal nangis, ayah tetep lanjut tidur..
(Bawaannya pengen nendang) 😂
Saat itulah emosi sedang di puncaknya..


3. Mencari solusi..
Bingung.. awalnya cuma bisa tarik nafas,
membiarkan Naufal tantrum, merengek..
Melampiaskan emosinya...


Menahan diri untuk mengeluarkan kalimat tidak produktif, kalimat menyalahkan, seperti :
"Jangan dek, ayah kan capek.. kalo Naufal maksa, nanti ayah sakit gimanaa.."


Mencari alternatif lain..
Dan menerapkan metode KISS (keep information short and simple),

dgn menggunakan kalimat tunggal..

"Mau bunda yg baca, apa ayah yg baca tapi nanti malam?"
"Kita ambil 2 buku lagi sama2 yuk"

.
Catatan :

Memberi kesempatan pada anak untuk berpendapat,
walopun si anak menjawab dgn sewot dan terbata2,

membiarkannya berpikir dan berperan mencari solusi ternyata cukup membantu...

Bisa dicoba lagi lain waktu...

Semoga bermanfaat..

**************

Game Kelas Bunda Sayang :
TANTANGAN 10 HARI BERKOMUNIKASI PRODUKTIF
1 - 17 Juni 2017.
#level1 #day2 #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

Day 1 Level 1 Kuliah Bunsay IIP : Belajar Sabar ituu...


Belajar sabar,
Saat sudah memasak untuk suami dan sang buah hati..
Ternyata dimuntahkan dalam satu semburan,
Dan suami pun ijin tak pulang karena harus standby di proyek...


Belajar sabar,
Saat draft tantangan untuk kelas bunda sayang,
Tetiba sudah sobek menjadi lembaran dan dicoret-coret saat ditinggal mandi..
Mungkin dia sedang berimajinasi, berkreasi..


Sabar saat kasur yg sudah bersih, tertata dan rapih kemudian ditumpahin pasir kinetik..
Sambil tanpa rasa bersalah mengucap "main disini aja, nda"..
Mungkin dia sedang ingin suasana berbeda..


Sabar saat sudah lelah, malam hari menata buku buku yg berantakan disana sini,
Tapi ga lama sudah dihamburkan lagi..
Tak apa.
Biarkan dia terus berinteraksi dgn buku2nya...


Bila kemudian semua hal tersebut menjelma menjadi bentakan, makian, cubitan kecil..
Yg tak hanya membuat si bocah menangis,
Tapi kita juga menangis penuh penyesalan..
Kita mesti belajar agar tidak terulang lagi..


Bagaimana kita mengidentifikasi latar belakang emosi, aware akan proses, dan menyadari bahwa tanda2 puncak dari emosi pribadi..
Sungguh perlu dipelajari..


Belajar. Belajar. Belajar..

Menjadi ibu tak akan pernah bisa sempurna.
Tapi banyak cara untuk menjadi lebih baik setiap harinya..




Menulis bukan berarti lebih baik.
Tapi menjadi salah satu media dalam memperbaiki diri.
Berproses..

Dan ini adalah awal dari itu..
.

************
Game Kelas Bunda Sayang :
TANTANGAN 10 HARI BERKOMUNIKASI PRODUKTIF
1 - 17 Juni 2017.


#level1 #day1 #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

Monday, September 4, 2017

Tantangan 10 hari Level 1 : Komunikasi Produktif

Game Kelas Bunda Sayang Level 1
TANTANGAN 10 HARI KOMUNIKASI PRODUKTIF

Selamat anda memasuki game level 1, di kelas Bunda Sayang ini.
Dan inilah tantangan bulan ini :

 *KOMUNIKASI KELUARGAKU*

a. Pilihlah 1 poin dalam komunikasi produktif yang menurut Anda paling penting dan utama untuk dilatihkan pertama.

Jika dalam waktu kurang dari 10 hari telah tercapai target perubahan, boleh lanjut ke poin berikutnya

Panduan Poin Komunikasi Produktif untuk Anak :


Panduan Poin Komunikasi Produktif untuk Pasangan :



b. Berlatihlah menggunakan poin tersebut.

Misal, Anda memilih melatihkan KISS.

Maka latihkanlah setiap hari minimal selama 10 hari berturut-turut.

c. Ceritakan dengan narasi pendek dan boleh disertai foto atau video proses latihan Anda setiap harinya. 

Ceritakanlah:
Hal menarik apa saja yang anda dapatkan ketika mempraktikkan poin tersebut dalam komunikasi sehari-hari bersama keluarga?
Perubahan apa yang anda buat hari ini dalam berkomunikasi?

d. Bagi anda yang sudah menyelesaikan tantangan di level 1 ini dengan tepat waktu akan mendapatkan badge cantik bertuliskan
I’m responsible for my communication result
yang sudah disiapkan oleh para tim fasilitator bunda sayang.


Selamat berkreasi dalam membangun komunikasi
Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang 2017

Thursday, June 22, 2017

[IIP] Materi Kelas Bunda Sayang sesi #1 : KOMUNIKASI PRODUKTIF

Selisih paham sering kali muncul bukan karena isi percakapan melainkan dari cara penyampaiannya.

Maka di tahap awal ini penting bagi kita untuk belajar cara berkomunikasi yang produktif,  agar tidak mengganggu hal penting yang ingin kita sampaikan,  baik kepada diri sendiri,  kepada pasangan hidup kita dan anak-anak kita.


*****

KOMUNIKASI DENGAN DIRI SENDIRI


Tantangan terbesar dalam komunikasi adalah mengubah pola komunikasi diri kita sendiri. Karena mungkin selama ini kita tidak menyadarinya bahwa komunikasi diri kita termasuk ranah komunikasi yang tidak produktif.

Kita mulai dari pemilihan kata yang kita gunakan sehari-hari.

Kosakata kita adalah output dari struktur berpikir dan cara kita berpikir

Ketika kita selalu berpikir positif maka kata-kata yang keluar dari mulut kita juga kata-kata positif, demikian juga sebaliknya.

Kata-kata anda itu membawa energi, maka pilihlah kata-kata anda

Kata  masalah gantilah dengan tantangan
Kata Susah gantilah dengan Menarik
Kata Aku tidak tahu gantilah Ayo kita cari tahu

Ketika kita berbicara “masalah” kedua ujung bibir kita turun, bahu tertunduk, maka kita akan merasa semakin berat dan tidak bisa melihat solusi.

Tapi jika kita mengubahnya dengan “TANTANGAN”, kedua ujung bibir kita tertarik, bahu tegap, maka nalar kita akan bekerja mencari solusi.

Pemilihan diksi (Kosa kata) adalah pencerminan diri kita yang sesungguhnya
Pemilihan kata akan memberikan efek yang berbeda terhadap kinerja otak. Maka kita perlu berhati-hati dalam memilih kata supaya hidup lebih berenergi dan lebih bermakna.

Jika diri kita masih sering berpikiran negatif, maka kemungkinan diksi (pilihan kata) kita juga kata-kata negatif, demikian juga sebaliknya.


******
 


KOMUNIKASI DENGAN PASANGAN


Ketika berkomunikasi dengan orang dewasa lain, maka awali dengan kesadaran bahwa “aku dan kamu” adalah 2 individu yang berbeda dan terima hal itu.

Pasangan kita dilahirkaan oleh ayah ibu yang berbeda dengan kita,

tumbuh dan berkembang pada lingkungan yang berbeda,
belajar pada kelas yang berbeda, mengalami hal-hal yang berbeda dan banyak lagi hal lainnya.

Maka sangat boleh jadi pasangan kita memiliki Frame of Reference (FoR) dan Frame of Experience (FoE) yang berbeda dengan kita.

FoR adalah cara pandang, keyakinan, konsep dan tatanilai yang dianut seseorang.
Bisa berasal dari pendidikan ortu, bukubacaan, pergaulan, indoktrinasi dll.


FoE adalah serangkaian kejadian yang dialami seseorang, yang dapat membangun emosi dan sikap mental seseorang.

FoE dan FoR mempengaruhi persepsi seseorang terhadap suatu pesan/informasi yang datang kepadanya.

Jadi jika pasangan memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda atas sesuatu,
ya tidak apa-apa, karena FoE dan FoR nya memang berbeda.


Komunikasi dilakukan untuk MEMBAGIKAN yang kutahu kepadamu,
sudut pandangku agar kau mengerti, dan demikian pula SEBALIKnya.


Komunikasi yang baik akan membentuk FoE/FoR ku dan FoE/FoR mu ==> FoE/FoR KITA

Sehingga ketika datang informasi akan dipahami secara sama antara kita dan pasangan kita, ketika kita menyampaikan sesuatu,  pasangan akan menerima pesan kita itu seperti yang kita inginkan.

Komunikasi menjadi bermasalah ketika menjadi MEMAKSAKAN pendapatku kepadamu,
harus kau pakai sudut pandangku dan singkirkan sudut pandangmu.


Pada diri seseorang ada komponen NALAR dan EMOSI;
bila Nalar panjang - Emosi kecil;
bila Nalar pendek - Emosi tinggi


Komunikasi antara 2 orang dewasa berpijak pada Nalar.
Komunikasi yang sarat dengan aspek emosi terjadi pada anak-anak atau orang yang sudah tua.

Maka bila Anda dan pasangan masih masuk kategori Dewasa --sudah bukan anak-anak dan belum tua sekali-- maka selayaknya mengedepankan Nalar daripada emosi,
dasarkan pada fakta/data dan untuk problem solving.


Bila Emosi anda dan pasangan sedang tinggi,
jeda sejenak, redakan dulu ==>
agar nalar anda dan pasangan bisa berfungsi kembali dengan baik.


Ketika Emosi berada di puncak amarah (artinya nalar berada di titik terendahnya)
sesungguhnya TIDAK ADA komunikasi disana,
tidak ada sesuatu yang dibagikan;
yang ada hanya suara yang bersahut-sahutan, saling tindih berebut benar.


Ada beberapa kaidah yang dapat membantu meningkatkan efektivitas dan produktivitas komunikasi anda dan pasangan:

1. Kaidah 2C: Clear and Clarify

Susunlah pesan yang ingin Anda sampaikan dengan kalimat yang jelas (clear) sehingga mudah dipahami pasangan.
Gunakan bahasa yang baik dan nyaman bagi kedua belah pihak.


Berikan kesempatan kepada pasangan untuk bertanya, mengklarifikasi (clarify) bila ada hal-hal yang tidak dipahaminya.

2. Choose the Right Time

Pilihlah waktu dan suasana yang nyaman untuk menyampaikan pesan.
Anda yang paling tahu tentang hal ini.
Meski demikian tidak ada salahnya bertanya kepada pasangan waktu yang nyaman baginya berkomunikasi dengan anda, suasana yang diinginkannya, dll.


3. Kaidah 7-38-55

Albert Mehrabian menyampaikan bahwa pada komunikasi yang terkait dengan perasaan dan sikap (feeling and attitude) aspek verbal (kata-kata) itu hanya 7% memberikan dampak pada hasil komunikasi.

Komponen yang lebih besar mempengaruhi hasil komunikasi adalah intonasi suara (38%) dan bahasa tubuh (55%).

Anda tentu sudah paham mengenai hal ini.
Bila pasangan anda mengatakan "Aku jujur. Sumpah berani mati!" namun matanya kesana-kemari tak berani menatap Anda, nada bicaranya mengambang maka pesan apa yang Anda tangkap?
Kata-kata atau bahasa tubuh dan intonasi yang lebih Anda percayai?


Nah, demikian pula pasangan dalam menilai pesan yang Anda sampaikan, mereka akan menilai kesesuaian kata-kata, intonasi dan bahasa tubuh Anda.

4. Intensity of Eye Contact

Pepatah mengatakan mata adalah jendela hati
Pada saat berkomunikasi tataplah mata pasangan dengan lembut, itu akan memberikan kesan bahwa Anda terbuka, jujur, tak ada yang ditutupi.
Disisi lain, dengan menatap matanya Anda juga dapat mengetahui apakah pasangan jujur, mengatakan apa adanya dan tak menutupi sesuatu apapun.


5. Kaidah: I'm responsible for my communication results

Hasil dari komunikasi adalah tanggung jawab komunikator, si pemberi pesan.

Jika si penerima pesan tidak paham atau salah memahami, jangan salahkan ia,
cari cara yang lain dan gunakan bahasa yang dipahaminya.


Perhatikan senantiasa responnya dari waktu ke waktu agar Anda dapat segera mengubah strategi dan cara komunikasi bilamana diperlukan.
Keterlambatan memahami respon dapat berakibat timbulnya rasa jengkel pada salah satu pihak atau bahkan keduanya.


*******

KOMUNIKASI DENGAN ANAK


Anak –anak itu memiliki gaya komunikasi yang unik.
Mungkin mereka tidak memahami perkataan kita,
tetapi mereka tidak pernah salah meng-copy


Sehingga gaya komunikasi anak-anak kita itu bisa menjadi cerminan gaya komunikasi orangtuanya.

Maka kitalah yang harus belajar gaya komunikasi yang produktif dan efektif.
Bukan kita yang memaksa anak-anak untuk memahami gaya komunikasi orangtuanya.


Kita pernah menjadi anak-anak, tetapi anak-anak belum pernah menjadi orangtua,
sehingga sudah sangat wajar kalau kita yang harus memahami mereka.


Bagaimana Caranya ?

a. Keep Information Short & Simple (KISS)

Gunakan kalimat tunggal, bukan kalimat majemuk

⛔Kalimat tidak produktif :
“Nak, tolong setelah mandi handuknya langsung dijemur kemudian taruh baju kotor di mesin cuci ya, sisirlah rambutmu, dan jangan lupa rapikan tempat tidurmu.

✅Kalimat Produktif :
“Nak, setelah mandi handuknya langsung dijemur ya”  ( biarkan aktivitas ini selesai dilakukan anak, baru anda berikan informasi yang lain)

b. Kendalikan intonasi suara dan gunakan suara ramah

Masih ingat dengan rumus 7-38-55 ?
Selama ini kita sering menggunakan suara saja ketika berbicara ke anak,
yang ternyata hanya 7% mempengaruhi keberhasilan komunikasi kita ke anak.
38% dipengaruhi intonasi suara dan 55% dipengaruhi bahasa tubuh


⛔Kalimat tidak produktif:
“Ambilkan buku itu !” ( tanpa senyum, tanpa menatap wajahnya)

✅Kalimat Produktif :
“Nak, tolong ambilkan buku itu ya” (suara lembut , tersenyum, menatap wajahnya)

Hasil perintah pada poin 1 dengan 2 akan berbeda.
Pada poin 1, anak akan mengambilkan buku dengan cemberut.
Sedangkan poin 2, anak akan mengambilkan buku senang hati.


c.  Katakan apa yang kita inginkan, bukan yang tidak kita inginkan

⛔Kalimat tidak produktif :
“Nak, Ibu tidak ingin kamu ngegame terus sampai lupa sholat, lupa belajar !”

✅Kalimat produktif :
“Nak, Ibu ingin kamu sholat tepat waktu dan rajin belajar”

d.  Fokus ke depan, bukan masa lalu

⛔Kalimat tidak produktif :
“Nilai matematikamu jelek sekali, cuma dapat 6! Itu kan gara-gara kamu ngegame terus,sampai lupa waktu,lupa belajar, lupa PR.
Ibu juga bilang apa. Makanya nurut sama Ibu biar nilai tidak jeblok.
Kamu sih nggak mau belajar sungguh-sungguh, Ibu jengkel!”


✅Kalimat produktif :
“Ibu lihat nilai rapotmu, hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan,
ada yang bisa ibu bantu? Sehingga kamu bisa mengubah strategi belajar menjadi lebih baik lagi”


e. Ganti kata ‘TIDAK BISA” menjadi “BISA”

Otak kita akan bekerja seseai kosa kata.
Jika kita mengatakan “tidak bisa” maka otak akan bekerja mengumpulkan data-data pendukung faktor ketidakbisaan tersebut.

Setelah semua data faktor penyebab ketidakbisaan kita terkumpul, maka kita malas mengerjakan hal tersebut yang pada akhirnya menyebabkan ketidakbisaan sesungguhnya.

Begitu pula dengan kata “BISA” akan membukakan jalan otak untuk mencari faktor-faktor penyebab bisa tersebut, pada akhirnya kita BISA menjalankannya.


f. Fokus pada solusi bukan pada masalah

⛔Kalimat tidak produktif :
“Kamu itu memang tidak pernah hati-hati, sudah berulangkali ibu ingatkan,
kembalikan mainan pada tempatnya, tidak juga dikembalikan,
sekarang hilang lagi kan, rasain sendiri!”


✅Kalimat produktif:
“Ibu sudah ingatkan cara mengembalikan mainan pada tempatnya,
sekarang kita belajar memasukkan setiap kategori mainan dalam satu tempat.
Kamu boleh ambil mainan di kotak lain, dengan syarat masukkan mainan sebelumnya pada kotaknya terlebih dahulu”.


g. Jelas dalam memberikan pujian dan kritikan

Berikanlah pujian dan kritikan dengan menyebutkan perbuatan/sikap apa saja yang perlu dipuji dan yang perlu dikritik.
Bukan hanya sekedar memberikan kata pujian dan asal kritik saja.
Sehingga kita mengkritik sikap/perbuatannya bukan mengkritik pribadi anak tersebut.


⛔Pujian/Kritikan tidak produktif:
“Waah anak hebat, keren banget sih”
“Aduuh, nyebelin banget sih kamu”

✅Pujian/Kritikan produktif:
“Mas, caramu menyambut tamu Bapak/Ibu tadi pagi keren banget, sangat beradab, terima kasih ya nak”
“Kak, bahasa tubuhmu saat kita berbincang-bincang dengan tamu Bapak/Ibu tadi sungguh sangat mengganggu, bisakah kamu perbaiki lagi?”

h. Gantilah nasihat menjadi refleksi pengalaman

⛔Kalimat Tidak Produktif:
“Makanya jadi anak jangan malas, malam saat mau tidur,
siapkan apa yang harus kamu bawa, sehingga pagi tinggal berangkat”


✅Kalimat Produktif:
“Ibu dulu pernah merasakan tertinggal barang yang sangat penting seperti kamu saat ini, rasanya sedih dan kecewa banget, makanya ibu selalu mempersiapkan segala sesuatunya di malam hari menjelang tidur.

I. Gantilah kalimat interogasi dengan pernyataan observasi

⛔Kalimat tidak produktif :
“Belajar apa hari ini di sekolah? Main apa saja tadi di sekolah?

✅Kalimat produktif :
“Ibu lihat matamu berbinar sekali hari ini,sepertinya  bahagia sekali di sekolah,
boleh berbagi kebahagiaan dengan ibu?”


j. Ganti kalimat yang Menolak/Mengalihkan perasaan dengan kalimat yang menunjukkan empati

⛔Kalimat tidak produktif :
"Masa sih cuma jalan segitu aja capek?"

✅kalimat produktif :
kakak capek ya? Apa yang paling membuatmu lelah dari perjalanan kita hari ini?

k. Ganti perintah dengan pilihan

⛔kalimat tidak produktif :
“ Mandi sekarang ya kak!”

✅Kalimat produktif :
“Kak 30 menit  lagi kita akan berangkat, mau melanjutkan main 5 menit lagi,
baru mandi, atau mandi sekarang, kemudian bisa melanjutkan main sampai kita semua siap berangkat
"

Salam Ibu Profesional,
/Tim Bunda Sayang IIP/

Sumber bacaan:

Albert Mehrabian, Silent Message : Implicit Communication of Emotions and attitudes, e book, paperback,2000
Dodik mariyanto, Padepokan Margosari : Komunikasi Pasangan, artikel, 2015
Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang : Komunikasi Produktif, Gaza Media, 201 4
Hasil wawancara dengan Septi Peni Wulandani tentang pola komunikasi di Padepokan Margosari