Thursday, February 9, 2017

[IIP] NHW #3 Part 1 : Surat Cinta Untuk Suamiku..

Pernah ga sih, ibu2 muda kekinian, yg sudah beranak..
Kepikiran bikin surat cinta untuk suami..

"duuuh boro2, chattingan lamaan dikit aja HP udah direbut si bocah"

"duuh boro2 mikir surat cinta, mikir besok mau masak apa aja aku susyaaa" *itu akuuu*

Iya ga sih??
Naah, berhubung salah satu nice home work #3 dari kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional adalah :
Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.
Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.,,
Galaau kaaann..
penasaraan kan..
kalo tiba2 suami dikasih surat cinta gimana responnya..

Akhirnya dgn susah payah, mewek2 jadi juga surat cinta untuk suami yg luar biasa...


~ SURAT CINTA UNTUK SUAMIKU ~

Hai kamu lelakiku..
Yg sedang mencari rejeki di ujung ibukota..
Ingatkah kamu foto itu?
Foto yg diambil di tanggal 19 Desember, 7 tahun lalu..

Tak kusangka kau yg duduk di sampingku saat itu..
Kembali duduk bersamaku di pelaminan..
Tak kusangka kau yg duduk di sampingku saat itu..
Kemudian menjadi teman hidupku untuk sekarang dan di masa depan..

Terima kasih,
Untuk semua tingkah laku dan kekonyolan,
Saat aku terpuruk di kala ikut semester pendek dan nilai yg keluar ternyata kurang memuaskan..

Terima kasih..
Untuk selalu menemaniku, mulai pagi hingga malam,
Mengerjakan skripsi dan mengantarkanku ke rumah dosen untuk bimbingan..

Terima kasih,
Setelah melalui entah berapa episode tawa, tangis, bahagia, haru, berantem dan kemudian baikan..
Akhirnya jadi juga kita naik pelaminan..

Terima kasih...
Karena telah merelakan waktu istirahatmu untuk duduk di karpet, berguling2 dan bermain dgn anak gundul kesayangan..

Terima kasih..
Karena kadang walau kamu tdk bs tidur nyenyak,
Stress karena tuntutan pekerjaan dan kebutuhan keluarga,
Tapi setiap pagi tetap bangun dgn menyunggingkan senyuman, menghamburkan pelukan untuk kami, anak dan istrimu..

Terima kasih..
Untukmu yg kadang harus memendam keinginan,
Melihat kemewahan gadget yg dimiliki rekan kerjamu..
Tetapi kamu selalu berusaha memenuhi segala kebutuhan keluarga..

Terima kasih..
Karena menghkhawatirkan "apakah aku sudah cukup banyak memberi perhatian dan stimulasi untuk anakku?"
"Apakah aku sudah benar membesarkan mereka dgn cara seperti ini?"
"Apakah kata2 "I love you" sudah cukup aku ucapkan?? Ataukah malah kebanyakan?"

Terima kasih..
Untuk setiap canda dan obrolan saat larut malam sepulang kerja..

Yg kadang kamu sisipkan dgn kekhawatiran akan pekerjaan,
Dan kadang merasa kewalahan menghadapi betapa cepatnya perubahan dalam hidup..

Suamiku,
Kamu tidak sendiri..


You're doing an awesome job..

Aku tau memang tak mudah bagimu,
Merasakan berbagai macam emosi,
Menanggung segala beban..
Baik beban pekerjaan, finansial, bahkan kamu masih memikirkan parenting dan tumbuh kembang untuk si anak lelaki kesayangan..

Sabarlah,
Dan yakinlah,
Kita pasti akan bisa melewatinya,
Dan aku yakin, semua ini akan melebihi ekspetasimu..

Your kiddos will turn into awesome little human..

Kamu, yg tetap tertawa,
Saat otak sambil terus berpikir..
Uang sudah menipis, tapi besok jadwal imunisasi..
Beras mulai habis, tapi anak merengek minta beli mainan..

Kadang aku terlalu egois..
Mengeluhkan kehidupan sebagai istri dan ibu yg melelahkan..
Kadang aku lupa akan perjuanganmu..

Hanya karena kamu jarang menampakkan wajah lelahmu..
Hanya karena setiap pulang kerja kamu selalu menebar ciuman dan tawa...

Mari kita bergandengan tangan,
Mengeratkan pelukan,
Menyatukan tujuan,
Kamu tidak sendirian..

Semoga segala lelah dan jerih payah..
Menjadi amal ibadah bagimu ayah..

Beberapa baris tulisan ini tentu tdk cukup mengungkapkan betapa bersyukurnya aku memiliki dirimu..
Tapi percayalah,
Tulisan ini membantu mengingatkanku..
Betapa beruntungnya aku memiliki lelaki luar biasa sepertimu...


===========================

Naaah,,,,
Yang ga kuat silahkan muntah yaaaa...
bahahahahahaay...


Setelah drama deg2an,
akhirnya kirim juga itu surat cinta via whatsapp..

Dan apa jawaban pertama yg keluar darinya??
"Beuuuh, panjang bangeet"

hahahaha,
memang aku ga berharap balasan, dibaca aja udah syukuur..

Suamiku bukan tipe romantis menye2,
ulang tahun pernikahan, ulang tahun istri aja dia lupa..

Tapi tetep saja terror demi terror aku lakukan,,
untuk mengetahui perasaannya yg mendalam tentang surat cinta itu,

Dan tak disangka..
1,5 jam kemudian muncullah pesan ini...


Bahahahhahaa,
dan seriusan gw trenyuuuuh..
pake bangeet..
effortnya buka2 google translate patutlah diacungi jempol...

Setidaknya dgn surat ini aku kembali mensyukuri kehadirannya..
Dan aku menyadari, tidak ada manusia yg sempurna..
Pernikahan adalah bukan menyatukan perbedaan,
tapi bagaimana membuat perbedaan itu menjadi saling melengkapi,
berjalan beriringan untuk saling membantu menggapai surgaNYA..

Naah, sebenernya nice homework #3 ini ada 4 poin.
Tapi karena poin 1 aja uda panjaaaang..
Poin lainnya ada di postingan terpisah yaaa... Semoga bermanfaat...



Tuesday, February 7, 2017

[IIP] Matrikulasi Sesi #3 Membangun Peradaban dari dalam Rumah

Materi Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch#3 Sesi #3

๐Ÿ‘จ‍๐Ÿ‘ฉ‍ MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH ๐Ÿ‘จ‍๐Ÿ‘ฉ‍

 “ Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya  menuju peran peradabannya ”


pict from here

 

Bunda, rumah kita adalah pondasi sebuah bangunan peradaban,
dimana kita berdua bersama suami, diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita.
Oleh karena itu sebagai orang yang terpilih dan dipercaya oleh yang Maha Memberi Amanah, sudah selayaknya kita jalankan dengan sungguh-sungguh.

Maka tugas utama kita sebagai pembangun  peradaban adalah :

mendidik anak-anak sesuai dengan kehendakNya,
bukan mencetaknya sesuai keinginan kita.

Sang Maha Pencipta menghadirkan kita di muka bumi ini sudah dilengkapi dgn “ misi spesifiknya ”, tugas kita memahami kehendakNya.

Kemudian ketika kita dipertemukan dengan pasangan hidup kita untuk membentuk sebuah keluarga,

tidak hanya sekedar untuk melanjutkan keturunan,
atau hanya sekedar untuk menyempurnakan agama kita.

Lebih dari itu, kita bertemu dengan suami dan melahirkan anak-anak,
adalah untuk lebih memahami apa sebenarnya “ peran spesifik keluarga” kita di muka bumi ini.
Hal ini yang kadang kita lupakan, meski sudah bertahun-tahun menikah.

Darimana kita harus memulainya?

 

๐Ÿ™‹ PRA NIKAH
Buat anda yang masih dalam taraf memantaskan diri agar mendapatkan partner membangun peradaban keluarga yang cocok, mulailah dengan tahapan-tahapan ini:

a. Bagaimana proses anda dididik oleh orangtua anda dulu?
b. Adakah yang membuat anda bahagia?
c. Adakah yang membuat anda “sakit hati/dendam’ sampai sekarang?
d. Apabila ada, sanggupkah anda memaafkan kesalahan masa lalu orangtua anda, dan kembali mencintai, menghormati beliau dengan tulus?

Kalau empat pertanyaan itu sudah terjawab dengan baik, maka melajulah ke jenjang pernikahan.

Tanyakan ke calon pasangan anda ke empat hal tersebut, minta dia segera menyelesaikannya.

Karena,
ORANG YANG BELUM SELESAI DENGAN MASA LALUNYA , AKAN MENYISAKAN BANYAK LUKA  KETIKA MENDIDIK ANAKNYA KELAK

 

๐Ÿ‘จ‍๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿ‘ง‍๐Ÿ‘ง NIKAH
Untuk anda yang sudah berkeluarga, ada beberapa panduan untuk memulai membangun peradaban bersama suami anda dengan langkah-langkah sbb:

๐Ÿ€Pertama temukan potensi unik kita dan suami,


coba ingat-ingat mengapa dulu anda memilih “dia” menjadi suami anda?
Apa yang membuat anda jatuh cinta padanya?
Dan apakah sampai hari ini anda masih bangga terhadap suami anda?


๐Ÿ€Kedua, lihat diri kita, apa keunikan positif yang kita miliki?

Mengapa Allah menciptakan kita di muka bumi ini?
Sampai kita berjodoh dengan laki-laki yang sekarang menjadi suami kita?
Apa pesan rahasia Allah terhadap diri kita di muka bumi ini?


๐Ÿ€Ketiga, lihat anak-anak kita, mereka anak-anak luar biasa.

Mengapa rahim kita yang dipilih untuk tempat bertumbuhnya janin anak-anak hebat yang sekarang ada bersama kita?
Mengapa kita yang dipercaya untuk menerima amanah anak-anak ini?
Punya misi spesifik apa Allah kepada keluarga kita, sehingga menghadirkan anak-anak ini di dalam rumah kita?


๐Ÿ€Keempat, lihat lingkungan dimana kita hidup saat ini.

Mengapa kita bisa bertahan hidup dengan kondisi alam dimana tempat kita tinggal saat ini? Mengapa Allah menempatkan keluarga kita disini?
Mengapa keluarga kita didekatkan dengan komunitas-komunitas yang berada di sekeliling kita saat ini?


Empat pertanyaan di atas, apabila terjawab akan membuat anda dan suami memiliki “ misi pernikahan” sehingga membuat kita layak mempertahankan keberadaan keluarga kita di muka bumi ini.




๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿ‘ง‍๐Ÿ‘ง ORANGTUA TUNGGAL (SINGLE PARENT)
Buat anda yang saat ini membesarkan anak anda sendirian, ada pertanyaan tambahan yang perlu anda jawab selain ke empat hal tersebut di atas.

a. Apakah proses berpisahnya anda dengan bapaknya anak-anak menyisakan luka?
b. Kalau ada luka, sanggupkah anda memaafkannya?
c.  Apabila yang ada hanya kenangan bahagia, sanggupkah anda mentransfer energi tersebut menjadi energi positif yang bisa menjadi kekuatan anda mendidik anak-anak tanpa kehadiran ayahnya?

Setelah ketiga pertanyaan tambahan  di atas terjawab dengan baik, segeralah berkolaborasi dengan komunitas pendidikan yang satu chemistry dengan pola pendidikan anda dan anak-anak.


Karena,

IT TAKES A VILLAGE TO RAISE A CHILD
Perlu orang satu kampung untuk mendidik satu orang anak


Berawal dari memahami peran spesifik keluarga kita dalam membangun peradaban,

kita akan makin paham apa  potensi unik produktif keluarga kita, sehingga kita bisa senantiasa berjalan di jalanNya.

Karena

Orang yang sudah berjalan di jalanNya, peluanglah yang akan datang menghampiri kita, bukan justru sebaliknya, kita yang terus menerus mengejar uang dan peluang

Tahap berikutnya nanti kita akan makin paham program dan kurikulum pendidikan semacam apa yang paling cocok untuk anak-anak kita, diselaraskan dengan bakat tiap anak, potensi unik alam sekitar, kearifan lokal dan potensi komunitas di sekitar kita.

Kelak, anda akan membuktikan bahwa antara pekerjaan, berkarya dan mendidik anak, bukanlah sesuatu yang terpisahkan, sehingga harus ada yang dikorbankan

Semuanya akan berjalan beriring selaras dengan harmoni irama kehidupan.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/


SUMBER BACAAN
Agus Rifai, Konsep,Sejarah dan Kontribusi keluarga dalam Membangun Peradaban, Jogjakarta, 2013
Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016
Muhammad Husnil, Melunasi Janji Kemerdekaan, Jakarta, 2015
Kumpulan artikel, Membangun Peradaban, E-book, tanggal akses 24 Oktober 2016

Sunday, February 5, 2017

[IIP] Nice Home Work #2 Indikator Profesionalisme Perempuan

Setelah kemaren belajar tentang bagaimana menjadi Ibu Profesional Kebanggan Keluarga disini,
Nice homework kali ini adalah berusaha mengaplikasikannya..

Yaitu menyusun checklist bagaimana menjadi ibu profesional.
Checklist yg dibuat tentu saja sudah didiskusikan dgn suami, 
dan eemm, seharusnya anak yg belum ada 2 tahun, agak susah ya mau diskusi :D

Karena mereka berdua lah konsumen dari perubahan yg akan segera saya lakukan.
Menjadi ibu yg belajar profesional..

Checklist ini, dibuat menggunakan metode SMART.
Apa sih SMART itu?
Spesific (unik) - Measurable (terukur) - Achievable (bisa diraih) - Realistic (sesuai dgn kehidupan sehari-hari) - Timebond (berbatas waktu)


Naaah ini dia checklitnya :

1. Sebagai Individu
Sebagai individu, ada 4 aspek yang perlu diperhatikan.
Antara lain aspek jasmani, rohani, aspek ilmu pengetahuan dan aspek sosial.

ASPEK JASMANI























klik for details

ASPEK ROHANI

klik for details


ASPEK ILMU PENGETAHUAN


 ASPEK SOSIAL


2. Sebagai istri
Naah, ini bagian tersusah..
Karena apa?
Karena suami tiap ditanya jawabnya :
"I just love the way you are... "
;p

Tapi setelah aku pikir2 rasanya banyaaaaaaaaaaak banget hal yg harus aku perbaiki..
Rasanya sebagai istri banyak kurangnya,
udah deh ga usah mellow2an.. lanjuuutt checklistnyaa

setelah diskusi panjang



3. Sebagai ibu
Naaah, seharusnya untuk yg ini, si anak diajak ikut berdiskusi ya..
Misal "dedek pengen bunda gimana"
Tapi karena si bocah masih 21 bulan, mungkin masih belum mengerti untuk diajak ngobrol..

Pernah saya tanya,
tapi jawabannya cuma senyum2 aja..

Yaudah deh, akhirnya saya bikin berdua aja sama suami...
Bikin apa??
duh bikin checklist doong, mau bikin apa lagi?
masak bikin adeknya Naufal?
lhoooo... :D

belum ajak Naufal untuk diskusi niih...

Naah, setelah di-detailskan seperti ini..
Ternyata banyak banget ya yg harus di upgrade demi menjadi ibu professional.
Dengan adanya checklit ini membantu sekali agar secara bertahap kita belajar, memperbaiki diri agar menjadi ibu yg lbih baik..

Kalo udah bikin kaya gini kuncinya sih 1 :
KONSISTEN

pict taken from here


Kalo kata suami "jangan hanya anget2 tai ayam lo sayang.."
Naaah, noted yaaa..
TEMPEL DI JIDAT

sambil minta bantuan suami agar selalu bisa mengingatkan saat istrinya hilang arah...

Cuuus..
cukup sekian postingan ini.
Semoga bermanfaat...      






























Daaan yuuuk,,
ikutan bikin checklist gini...
diskusiin sama suami..
Suami sendiri yaa,, jangan sama suami tetangga :p  

Friday, February 3, 2017

[IIP] Matrikulasi Sesi #2 Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga

Disampaikan pada kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional,
Senin, 30 Januari 2017

Pekan ini kita akan belajar bersama
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?

๐Ÿ€ APA ITU IBU PROFESIONAL? ๐Ÿ€

Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya.
Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna :
1. perempuan yang telah melahirkan seseorang;
2. sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;
3. panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum;
4. bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari;
5. yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota;

Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna :
1. bersangkutan dengan profesi;
2. memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --;

Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :

a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.





๐Ÿ€ APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL? ๐Ÿ€

Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.


๐Ÿ€ MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL ๐Ÿ€

1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. .Meningkatkan rasa percaya diri  ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.


๐Ÿ€ VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL ๐Ÿ€

Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.


๐Ÿ€ BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?  ๐Ÿ€

Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :

a. Bunda Sayang
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya

b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.

c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri  ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya

d. Bunda Shaleha
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

๐Ÿ€ APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL? ๐Ÿ€

“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”

Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional.
Karena  anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.

Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :

BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?

BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga

BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?

BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?

Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan

Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb:

“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto


Salam Ibu Profesional


/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/


SUMBER BACAAN:
Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015

Wednesday, January 25, 2017

[IIP] Nice Homework #1 ADAB MENUNTUT ILMU

Selamat pagi,
Setelah mempelajari materi ADAB MENUNTUT ILMU di hari Senin, 23 Januari 2017 kemaren,
(bisa dibaca disini)
Tibalah saatnya kita mengerjakan Pe-eR kalo disini kami menyebutnya "Nice Homework"..
Pe-eR ini fungsinya lebih ke menerapkan atau mengaplikasikan hasil belajar yg sudah diberikan..
jadi biar ga asal teori aja gitu lhooo...


1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini..

Jurusan yang ingin saya tekuni untuk dipelajari dalam kehidupan adalah..
Ilmu Parenting dengan perspektif dasar dari Al Quran dan Hadist

2. Mengapa?

QS Al - A'raf ayat 189

Karena saat kita gagal menjadi seorang pekerja, gagal dalam berdagang, itu sudah biasa..
Tapi saat kita gagal menjadi orang tua, sungguh waktu tidak akan bisa diulang..


Karena anak adalah amanah, titipan dari Allah yang harus kita jaga sebaik-baiknya..

Oleh karena itu kita sebagai ibu, dan sebagai orang tua mempunyai kewajiban untuk mendidik anak sebaik mungkin.
Membekalinya dengan adab, akhlak dan ilmu agar mereka dapat menjadi generasi unggul yg Islami.

Untuk memenuhi kewajiban tersebut, kita diharuskan mendidik anak sesuai dengan perintahNYA, berdasarkan Al Quran dan Hadis.

  
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

Dalam mencapai sebuah tujuan, tentu dibutuhkan strategi yg baik agar kita fokus dan terarah.
Untuk mendapatkan ilmu parenting sesuai koridor Islami, strategi yg kami lakukan antara lain :

- IQRA' IQRA' IQRA'...
Ya, hal pertama yg harus dilakukan adalah membaca.
bahkan ayat Allah yg pertama kali diturunkan adalah perintah untuk membaca.
Membaca disini bisa dari buku, dari web, maupun dari jurnal..

- Mengikuti kajian atau seminar/workshop

- Berdiskusi dalam komunitas

- Mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari

- Membuat checklist apa2 saja yang harus dilakukan dan menuliskannya agar tidak ada yg terlewat.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?

Ada beberapa hal yg harus diperbaiki dalam mendapatkan ilmu tersebut, antara lain :

- disiplin dan istiqomah
Karena percuma kita sudah menentukan jadwal, membuat strategi dan rencana bila kita tidak bisa menjalankannya

- Mengosongkan "gelas" 

pic taken from here

Sehingga siap untuk diisi oleh ilmu-ilmu baru. 
Bagaimana menjadi tahu, tanpa sok tahu.

- Berkomitmen untuk memberikan manfaat
apa yang telah didapat setidaknya dapat bermanfaat tidak hanya bagi anak dan keluarga, tapi sebisa mungkin juga bermanfaat untuk orang lain.


Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Nah, sepertinya cukup sekian dulu yaa Nice Homework tentang Adab Menuntut Ilmu,
Jumpa lagi di lain kesempatan.

Semoga bermanfaat. 

Quoted from Imam Ghazali


Tuesday, January 24, 2017

[IIP] Prolog : Adab Menuntut Ilmu

Senin, 23 Januari 2016

Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional


MATERI :


Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik.

Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.
Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu.

Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.


Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU

ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya.




Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.


Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?
 

Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan
Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya

 
☘ADAB PADA DIRI SENDIRI

a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk.
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.

b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.

d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.


☘ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)

a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.

☘ADAB TERHADAP SUMBER ILMU

a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.

b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.


d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.


e. Dalam dunia online, harus menerapkan "sceptical thinking" dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.


Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat

Referensi :
- Turnomo Raharjo, Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.

- Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah, 2014, hlm. 5
- Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015